Breaking

Selasa, 31 Juli 2018

Review Ngaji Indonesia Gus Mus (seni dan tasawuf)


Review Ngaji Indonesia Gus Mus (seni dan tasawuf)

Ngaji Indonesia (Gus Mus)

Seni merupakan suatu unsur mendasar yang sakral yang muncul dan diterima secara logis oleh kalangan manusia pra, klasik, dan modern. Dari sinilah manusia normal melambangkan suatu seni sebagai keistimewaan tiap obyek maupun subyek dengan berbagai aspek (soial, kehidupan, ekonomi, budaya, asmara, spiritual, politik, potensi) dan lain sebagainya. Konteks tersebutlah yang sakral jika ingn dibahas lebih lanjut oleh kalangan filosof.
            Namun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian Seni, memiliki tiga makna, antara lain:
·         Seni diartikan halus, kecil dan halus, tipis, lembut dan enak didengar, mungil dan elok.
·         Seni adalah keahlian membuat karya bermutu (dilihat dari segi keindahan dan kehalusannya)
·         Seni adalah kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi   
Kesimpulan dari sang saya (rizkillah), seni merukan suatu ciptaan dengan yang memiliki beberapa unsur nilai yang istimewa dengan menaruh hati sebagai pelukisnya.
            Setelah kita mengamati secara penuh terkait ngaji indonesia kemarin hari senin tanggal 5 maret 2018, menyimpulkan bahwasannya tiap seni yang dimunculka mulai dari pra acara sampai usai memiliki beraneka macam genre. Sebut saja 5 aliran (padus, aklung, jaguar, hadrah, dan whireling), yang memiliki seni tap melodi yang dihasilkannya. Yang pertama mulai dari paduan suara, seni yang ini hanya dapat kita nikmati dengan satu indera (indera pendengaran), dengan memecah berbagai nada (swara dasar, dua, tiga, bas) akan menghasilkan ikatan intonasi yang memenuhi angin dalam ruangan.
            Seni angklung dapat di definisikan sebagai seni yang menguras tenaga. Karena jika ada salah fatalan antara kelompok dengan alat yang sama, yang dihawatirkan malah tidak akan menghasilkan seni yang menyentuh instrumen hati. Beda lagi dengan grub Band Jaghuar dengan keasyikan nada synden kejawen dan melodi nada kuno dengan dibarengi hanya seketuk yang takbermakna oleh sang musik, namun dari sinilah yang dikatakan seni akan menghasilkan karye seni yang unik, sebab hal yang unik tak harus berawal dari hal yang bagus, melainkan kolaborasi antara hal yang tidak bagus menjadi hal yang bagus, sehingga kara inilah yang paling menyentuh irama penguasaan genre suasana se yogyanya kala itu. Sedangkan yang terahir hadrah dengan whirling meruakan hasil kolaborasi antara pengambian sample tarian jalaluddin rummi dengan hadrah pada zaman pengiringan Rasulullah S.W.T.saat  di gurun, hal ini merupakan titik tolak ukur ngaji yag dikaitkan dengan bahasan seni di indonesia, sebab hidup ini tak ada yang bermakna tanpa adanya hal yang lumrah, inilah yang dianggap seni saat tarian whireling yang hanya melihat dan membentangkan tangan dengan satu tangan diangkat ke atas yang bermaksud menujukan kepada sang Esa.
            Kesimpulan dari ngaji tempo hari yang lalu,tidakkah ada hal yang kita anggap seni tanpa adanya hal yang sering kita anggap lumrah, mereka memang wajib dilumrahkan jika kita mau mengkolaborasi antara hati dengan indera yang kita miliki sehingga menghasilkan karya seni yang boleh dikatakan dengan hal yang unik.


Tidak ada komentar:

sample terbang banjari.zip + yaa makkatal asyroofi cover banjari "ayo sholawat"

ya makkatal asyroofi by: mahasiswa uinsa-ma'had annur wonocolo 1. husni hamdani (gresik) 2. m. rizkillah (pacet, mojokerto) 2...